tr?id=254124144985944&ev=PageView&noscript=1 Beberapa Sejarah Dari Walisongo
Beberapa Sejarah Dari Walisongo

Beberapa Sejarah Dari Walisongo

Indonesia terang familiar dengan keberagamannya. Mulai dari bahasa, suku tradisi, musik, kuliner, hingga kepercayaan. Indonesia sendiri memiliki 5 agama yang diakui, melainkan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ya, Indonesia sendiri dapat dibilang jadi salah satu negara dengan jumlah pemeluk agama Islam yang terbanyak. Islam sendiri tentunya mengalami persebaran di Indonesia dalam waktu yang cukup lama. Dalam sejarah persebaran agama Islam di Indonesia, pastinya kita tak asing dengan sejarah walisongo. Walisongo yang berarti sembilan wali ini merupakan beberapa wali yang mempunyai peran penting dalam menyebarkan agama Islam terutama di Pulau Jawa. Merekalah yang mempersembahkan Islam kepada masyarakat Indonesia di masa lampau dan mengajak mereka untuk memeluk agama Islam. Pada peluang kali ini kita akan membahas sebagian wali yang termasuk Walisongo.

Yang pertama yaitu Sunan Gresik. Sunan Gresik sendiri bisa dibilang sebagai wali pertama yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Memiliki nama absah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Gresik sendiri bukanlah orang Jawa. Beberapa sumber tentunya memberikan jawaban yang berbeda, akan tapi seluruh mengatakan jikalau beliau bukanlah orang Indonesia. sikoplak , Sunan Gresik memiliki sebagian strategi. Beliau dikenal sebagai orang pertama yang membangun pondok pesantren yang nantinya akan menghasilkan guru agama dan membantu menyebarkan agama Islam. Lalu beliau sendiri juga dekat dengan masyarakat dan memberikan kesan yang lemah lembut dan sopan. Kecuali itu, beliau juga mengajarkan pertanian terhadap masyarakat dan menjadi tabib.

Lalu wali kedua yang juga terkenal di sejarah walisongo merupakan Sunan Kalijaga. Memiliki nama orisinil Raden Mas Said, masa muda beliau ternyata dilewati secara gelap. Beliau pernah menjadi perampok yang akan memberikan hasil rampoknya terhadap masyarakat yang memerlukan. Akan tetapi, beliau disadarkan dikala akan merampok Sunan Bonang dan mulai menjadi muridnya. Sunan Kalijaga sendiri bisa dibilang unik dalam menyebarkan agama Islam. Beliau mencoba untuk menghargai tradisi lokal dan menjalankan dakwah secara bertahap. Beliau lebih menekankan dakwah via kesenian seperti wayang, seni ukir, lagu, dan juga gamelan. Lagu Lir Ilir dan Plontos-gundul Cangkul sendiri dipercaya sebagai buatan beliau.

Yang berikutnya yakni Sunan Kudus. Bernama orisinil Sayyid Ja’far Shadiq, beliau dipercaya berasal dari Palestina. Sunan Kudus sendiri dikenal banyak mencari ilmu dengan Sunan Kalijaga. Karenanya tak heran kalau jalan dakwah yang diambil beliau tak jauh berbeda dengan Sunan Kalijaga. Beliau sendiri mengedepankan toleransi kepada adat istiadat setempat. Tidak heran, beliau mendapatkan simpati dari masyarakat setempat. Langkah akulturasi ini tentunya berhasil dalam menarik jumlah pemeluk Islam di tempat tersebut. Salah satu peninggalan beliau yang familiar adalah Mesjid Menara Kudus yang bergaya unik dan menjadi ikon di kota Kudus.

Itulah tadi cerita sebagian wali yang ikut menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Dengan mempelajari sejarah walisongo, tentunya semakin membikin kita paham sekirany

Наши контакты

Витниша (Алла) тел: 0547-768911
e-mail: Этот адрес электронной почты защищён от спам-ботов. У вас должен быть включен JavaScript для просмотра.
Игорь (Ишваса) тел: 0503-445543